SEBUAH BACAAN RINGAN #02
- Azizah Alkhatami Tanjung

- Feb 20, 2019
- 3 min read
Iyee iyee gue boong lagi. Kali ini gue akan nge-review jurnal nya Edward Ebert, tau gaaak? #mausombong. .

Eh bentar deh gue cut dulu. Gue mau curhat kalo sebenernya gue semangat dan suka sih sama mata kuliah creative thinking ini karena gue dapat dengan bebaaaas menulis sesuka hati gue, bahkan menulis jurnal pun boleh dengan gaya gue, daaan karena gue suka, gue jadi termotivasi buat bikin tugas di matkul ini dengan semaksimal dan se-oke mungkin dong. AKAN TETAPI, untuk posting kali ini gue agak kecewa aja sih karena gue ngerjainnya super mepet karena jadwal gue minggu lalu cukup padet, daan secara gue sekarang aja ngetik kalimat ini udah jam 2.05 pagi hari rabu. Dan nanti jam 8 pagi sampe 11 siang gue presentasi ngewakilin humas UI. Sedangkan blog ini harus dipost maksimal jam 12 siang. Mau gamau waktu gue supeeeer mepet, dan posting ini kaga ada video atau infografis yg sebelum2nya udah gue rencanakan..... AAAAAH ELAH (nge gas dah jadinya).
Oke, kembali ke topik utama. Jadi, gue diberikan tugas membuat review dan opini gue tentang jurnal nya Edward Ebert yang judulnya "The Cognitive Spiral : Creative Thinking and Conitive Processing". Hayolo apaantuh... Biar lebih enak dan mudah diingat, gue akan bikin point per point bahasan yang menurut gue penting dalam jurnal ini.
Jurnal ini bilang kalo menyangkut konsep creative thinking itu ada tiga concern.
SATU.
Kreatifitas itu seringkali dikaitkan dengan sebuah produk, bukan sebuah proses.
PADAHAL, justru yang disebut kreatifitas itu adalah proses bagaimana sebuah produk itu tercipta.
Contoh : lo beli kain tenun, yang dibilang suatu kreatifitas itu bukan kain tenun nya tapi si pengrajin nya yang menenun dan bikin pola trus milih perpaduan warna nya kayak gimana, sehingga menjadi sebuah kain tenun khas yang ciamik.
Jujur gue sebelum baca ini jurnal, gue mikirnya kalo kreatif itu sebuah produk, entah itu tangible atau intangible. Alasan gue mikir kayak gini karena gue selalu mengaitkan kreatifitas itu dengan oleh-oleh khas suatu daerah kayak pernak-pernik, kain, pakaian khas, makanan khas dan itu disebut juga dengan industri kreatif makanya gue pikir kreatif = oleh-oleh khas wkwkwk. Ternyata gue salah. Oke, thanks to this journal. Gue diluruskan.
Leary bilang kalo creative thinking itu mencakup :
Kinerja kreatif dan Pengalaman kreatif. (duh bahasa nya kok ga enak).
Dua hal ini memiliki dimensi dari reproductive ke creative.
Reproductive ituu mengkombinasikan hal-hal yang lama, menafsirkan sesuatu yang udah diketahui
kalo creative ituu membuat kombinasi baru, membuat intepretasi baru.
Kalo Guilford dan Sternberg itu bilang kalo creative thinking itu lebih ditekankan pada proses kognitif (problem solving).

Creative Thinking = Problem Solving = Cognitive Processing
DUA.
Definisi Creative Thinking itu apaaaasihhh??? Banyak banget definisinyaaa ku bingungg.
Creative thinking itu... yang pertama itu ada thinking artinya lo berpikir (yamasasih), iyaa lo mikiiirr trus mikir sampe akhirnya lo dapet ide trus lo melakukan yang namanya producing atau melakukan, melaksanakan, membuat sesuatu based on apa yang udah lo pikirkan. gitu. Perlu diinget. Tiap orang kan punya pengalaman beda-beda, latar belakang beda-beda yang pada akhirnya melahirkan perspektif yang berbeda-beda pula. That's why tiap orang pasti mikirnya beda. Beda = kreatif. Kesimpulannya : kita semua kreatif. horeeeee
Intinya : Thinking and then Producing
TIGA. (YES BENTAR LG KELAR).
The Cognitive Spiral Modal : creative thinking itu bagian dari cognitive processing dan learning
The cognitive spiral model
(KAGA NEMU FOTONYA DI GUGEL, OK NTAR GUE SISIPIN DAH SECEPATNYA) > kinap krn udh jam 4.02.
Mencakup tahap-tahap sebagai berikut.
1. Perceptual thought, ada rangsangan eksternal yang lo rasain lewat organ dan indera lo.
contoh : lo di pantai trus lo merasa kepanasan.
2. Creative thought, lo mikir based on pengetahuan lo (hah apasih?)
contoh : oke, kalo gue kepanasan gue harus berteduh.
3. Inventive thought, lo mikir barang/produk apa yang bisa lo pake buat mengatasi permasalahan lo.
contoh : gue bisa berteduh dengan membuat atap dari batang pohon, daun kelapa, dan daun pisang trus lo bikin deh.
4. Metacognitive thought, lo bikin evaluasi dari hasil kinerja lo dan solusi nya apa.
contoh : lo bikin evaluasi atap yang lo buat dari kayu dan daun itu efektif ga? kalo ga efektif itu kenapa? apa yang harus dibenerin?
5. Performance thought. lo udah mikirin solusi nya apa aja dan lo pilih yang efektif yang mana.
contoh : oke, kayaknya yang salah batang pohonnya kurang nancep ke pasir deh, trus lo gali lagi. Atau kayaknya daun kelapa sama pisang nya kurang deh soalnya sinar matahari nya masih ga terhalang, yaudah lo tambahin daun-daun lebar lainnya.
I'M DONE YEAYY. That's all guys. Sekarang sudah jam 4.36 subuh heeeemm. Ternyata tulisan gue ga sesingkat yang gue kira. Oke gapapa baiklah. Berhubung ini tulisan gue ngereview jurnal, so kalo ada bagian-bagian yang salah atau mungkin malah bener, dengan senang hati gue menerima kritik dan saran dari temen-temen yang gak mungkin baca tulisan ini (paling cuma gue dan Mba Patres aja yang baca, ya gak Mba? :) )

Baiklaaaah gue akhiri tulisan gue ini karena sudah adzan subuh waktu indonesia barat. Salam Semangat!
Comments