Week 6
- Azizah Alkhatami Tanjung

- Mar 15, 2020
- 2 min read
Updated: Mar 28, 2020
Pada pertemuan sebelumnya kami membahas mengenai unsur argumen menurut Winarto (yan sejujurnya masih belum saya pahami), cara melakukan farafrase, sekilas mengenai research report.
Tugas kali ini saya harus melakukan farafrase dari jurnal Inaya Rakhmani, mencari jurnal acuan untuk model research report, dan jurnal tersebut akan dianalisis unsur argumen nya yang berdasarkan buku Winarto (seperti pada postingan sebelumnya).
Farafrase jurnal Inaya Rakhmani
Inaya Rakhmani (2019) berargumen bahwa reformasi neoliberal menggerakkan universitas negeri menjadi institusi yang mandiri secara ekonomi. Selanjutnya, komersialisasi pun akan terjadi yang ditandai dengan adanya kebijakan pembayaran wajib bagi mahasiswa dan menghilangnya layanan publik seperti subsidi riset. Hal ini akan menimbulkan resiko secara finansial bagi peneliti. Dampaknya, peneliti gagal mempromosikan profesionalisasi akademis dan keterlibatan ilmiahnya.
Review Literatur dalam 3 Riset Jurnal Acuan MPK 1
1. Referensi : Kinanti, Syafira Putri & Satria Putri, Berlian Primadani. (2017, Juli). Pengaruh Media Sosial Instagram @Zapcoid Terhadap Brand Equity Zap Clinic. Diakses dari https://media.neliti.com/media/publications/137697-ID-pengaruh-media-sosial-instagram-zapcoid.pdf
Hasil Riset : Media sosial instagram @zapcoid berpengaruh signifikan terhadap brand equity ZAP Clinic dengan kontribusi sebesar 62,1%, sedangkan sisanya sebesar 37,9% lainnya merupakan kontribusi dari variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Review : Model hubungan antar konsep dikaji satu per satu tiap dimensi sehingga terlihat seberapa besar pengaruh antar dimensi.
2. Referensi : Code, Mary. (2015). Instagram, Social Media, and the “Like”: Exploring Virtual Identity’s Role in 21st Century Students’ New Socialization Experience. Diakses dari https://core.ac.uk/download/pdf/62649125.pdf
Hasil Riset : Peneliti mecoba menggambarkan bagaimana media digital dan identitas virtual telah mempengaruhi persepsi siswa terhadap sistem pembelajaran di sekolah.
Review : Penelitian ini menegaskan bahwa dunia digital sangat mempengaruhi para siswa dalam bersosialisasi, namun di sisi lain mereka merasa sekolah tidak memfasilitasi mereka untuk terhubung di dunia digital.
3. Referensi : McCarthy, Sydney Rose. (2013). The Effects of Social Media On Fashion Consumption. Diakses dari http://thesis.honors.olemiss.edu/115/1/Sydney%20McCarthy%20Thesis.pdf
Hasil Riset : Riset ini menunjukkan bahwa media sosial memiliki pengaruh yang besar terhadap fashion consumption di kalangan mahasiswa.
Review : Metode penelitian masih terbatas. Hasil dari wawancara dengan informan belum dapat merepresentasikan populasi.
Jurnal untuk model research report
Jurnal yang saya pilih dapat diakses melalui link https://media.neliti.com/media/publications/137697-ID-pengaruh-media-sosial-instagram-zapcoid.pdf.
Adapun unsur-unsur argumen nya (menurut Winarto) adalah sebagai berikut.
1. Claim : Media sosial instagram @zapcoid berpengaruh signifikan terhadap brand equity ZAP Clinic.
2. Stated reason : Media sosial memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap brand equity.
3. Grounds : Media sosial memiliki kontribusi sebesar 62,1% terhadap brand equity ZAP Clinic.
4. Warrant : Banyak perusahaan yang memanfaatkan media sosial sebagai alat komunikasi pemasarannya.
5. Backing : Indikator dari media sosial dari yang memiliki presentase context (84%), connection (80,50%), communication (80,25%) dan colaboration (77,25%). Sedangkan untuk urutan indikator brand equity yaitu brand awareness (84,33%), perceived quality (82,56%), brand association (81,75) dan brand loyalty (75,56%).
6. Qualifier : Terpilihnya ZAP Clinic dalam TOP Brand Award 2016.
7. Condition for rebuttal : Kecuali 37,9% lainnya merupakan kontribusi dari variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Comments