Pengumpulan UTS DDP
- Azizah Alkhatami Tanjung

- Mar 28, 2020
- 8 min read
Berikut merupakan penulisan artikel jurnal mulai dari asbtrak hingga literatur review dengan rinci. Bagian metode dan kesimpulan masih dalam bentuk pointers dan paragraf singkat saja. Tulisan tersebut merupakan untuk pemenuhan nilai Ujian Tengah Semester mata kuliah DDP.
Adapun file penulisan artikel jurnal di bawah ini dapat diakses melalui link https://docs.google.com/document/d/1xUBYs1g5vBM2gqZUWoKSuOb8sGS_wsHwrbT--xUeRJE/edit?usp=sharing.
Pengaruh Media Exposure Instagram @SadariSedari Terhadap Perilaku Followers dalam Menjalankan Sustainable Fashion
Ariefqy Noermansyah, Azizah Alkhatami Tanjung, Diva Devina Diarman,
Kiranastari Asoka Sumantri
Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia.
Abstract: Sustainable fashion merupakan salah satu jawaban terhadap pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh fenomena fast fashion. Di Indonesia, terdapat akun instagram @sadarisedari yang kerap mensosialisasikan gerakan untuk mengurangi tindakan fast fashion. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh dari media exposure Instagram @sadarisedari terhadap perilaku followers-nya dalam menerapkan sustainable fashion dan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan dalam perilaku sustainable fashion antara followers dan bukan followers akun instagram @sadarisedari. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan melakukan pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui direct message instagram kepada 113 followers dan 58 non-followers akun instagram @sadarisedari. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan korelasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara perilaku followers dengan non-followers dalam menjalankan sustainable fashion dan terdapat tiga dimensi perilaku sustainable fashion yang paling dipengaruhi oleh exposure media instagram @sadarisedari yaitu Green & Clean (Memilih pakaian yang berbahan ramah lingkungan); Rent, Lease, & Swap (Memilih menyewa atau meminjam pakaian); dan Secondhand & Vintage (Memilih jual-beli pakaian bekas). Hal tersebut sejalan dengan konten-konten pada akun instagram @sadarisedari.
Keywords: sustainable fashion; media exposure; fast fashion; instagram
____________________________________________________________________
Introduction
Industri fashion merupakan salah satu industri yang berkembang pesat seiring perkembangan zaman. Setiap tahunnya, berbagai jenis dan merek pakaian yang tidak terhitung jumlahnya berlomba-lomba untuk mendapatkan posisi tertinggi di hati masyarakat agar dapat melahirkan sebuah trend dan kemudian menghasilkan keuntungan. Trend pada pakaian kemudian menjadi bermacam-macam dan berbeda setiap tahun. Perubahan trend tersebut menyebabkan masyarakat senantiasa ingin memiliki pakaian yang sesuai dengan trend yang ada di pasaran. Secara tidak langsung, trend pakaian yang beragam ini mengubah persepsi dan perilaku masyarakat mengenai makna pada pakaian. Hal tersebut kemudian mengantarkan masyarakat kepada keadaan yang disebut sebagai fast fashion. On Women Indonesia (2019) menjelaskan istilah fast fashion yang diartikan sebagai suatu keadaan dimana pakaian diproduksi dalam jumlah yang banyak, harga yang murah, dan waktu yang cepat. Dalam waktu yang singkat, industri fashion dapat menghasilkan pakaian dalam jumlah yang banyak dan disaat yang bersamaan, masyarakat menjadi semakin haus dalam memenuhi hasratnya untuk senantiasa mengikuti trend yang ada. Percepatan siklus produksi dan konsumsi pakaian ini membuat pakaian bekas menjadi banyak jumlahnya. Pakaian-pakaian bekas tersebut kemudian menjadi limbah tekstil yang sulit diurai dan mengandung zat beracun yang merusak kualitas air di berbagai negara, terutama negara berkembang. Fenomena fast fashion inilah yang membuat industri fashion sebagai salah satu industri yang menyebabkan polusi besar di dunia yang merusak lingkungan.
Menanggapi hal tersebut, muncul berbagai pihak yang menawarkan solusi untuk memperbaiki masalah lingkungan yang ditimbulkan akibat fast fashion. Salah satunya adalah konsep 'sustainable fashion' yang diprakarsai oleh Anna Brismar (2019). Sustainable fashion ini memiliki tujuh aspek dalam praktiknya yang berupaya untuk menuntun masyarakat agar memiliki perilaku yang berlandaskan pada tujuh aspek tersebut sehingga dapat menanggulangi fenomena fast fashion. Untuk itu penting bagi masyarakat untuk mengubah perilakunya agar berlandaskan pada konsep sustainable fashion. Menurut Widyatama (2009) exposure terhadap informasi yang dilakukan di sebuah media mampu mendorong kesadaran simbolik, kemudian kesadaran ini menimbulkan kesadaran konsumtif, dan kesadaran konsumtif menggiring audiens kepada kesadaran aktual (perilaku). Disini media berperan penting untuk mengubah perilaku masyarakat agar mengurangi pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh industri fashion. McCarthy (2013) menjelaskan bahwa mendapatkan exposure dari sosial media dapat berpengaruh pada perilaku seseorang. Di Indonesia sendiri, instagram merupakan media sosial yang paling banyak penggunanya dibandingkan media sosial lainnya seperti Youtube dan Facebook. Berdasarkan perolehan data dari Hootsite (2019), pengguna instagram di Indonesia sudah mencapai 56 juta orang. Oleh karena itu, instagram dapat menjadi salah satu media sosial yang memiliki peranan penting dalam mempengaruhi perilaku seseorang.
Beberapa penelitian terdahulu mengindikasikan bahwa terpaan media sosial instagram dapat mempengaruhi perilaku seseorang. Rizkynata Adam Satria, Suharyono, Rizal Alfisyah (2017) menjelaskan bahwa media exposure dan perceived value dapat mempengaruhi proses keputusan pembeli. Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara media exposure akun instagram Vans Indonesia dan perceived value secara bersamaan terhadap proses keputusan pembeli. Penelitian yang dilakukan oleh Putri Raudatul Munawwaroh (2018) menunjukkan bahwa media exposure akun instagram @exploresiak berpengaruh terhadap minat kunjungan wisata ke Siak Sri Indrapura, walaupun pengaruhnya berada pada kategori sedang. Selain itu, hasil penelitian Athika Sri Ayuningtyas, Achmad Fauzi Dh, Inggang Perwangsa Nuralam (2019) menunjukkan bahwa media exposure media sosial instagram dan citra destinasi berpengaruh signifikan terhadap proses keputusan berkunjung ke kampung Tridi (Tiga Dimensi) Malang.
Dalam mendukung perilaku sustainable fashion di Indonesia, terdapat akun instagram @sadarisedari, yaitu salah satu akun yang digunakan sebagai tempat untuk membagikan foto atau grafis visual mengenai pentingnya sustainable fashion dan sebagai tempat mempromosikan kegiatan yang menggalakkan sustainable fashion. Sadari Sedari itu sendiri adalah organisasi non profit yang bergerak di bidang lingkungan dan pendidikan dengan menggunakan pakaian sebagai mata uang donasi. Sadari Sedari mengadakan berbagai rangkaian acara yang kegiatan utamanya adalah menjual barang bekas. Kemudian, hasil dari penjualan tersebut didonasikan untuk menunjang fasilitas pendidikan anak. Selain itu, melalui media sosial instagram, akun @sadarisedari juga melakukan kampanye mengenai dampak limbah pakaian atau tekstil terhadap lingkungan.
Penelitian sebelumnya hanya berfokus pada media exposure akun instagram yang menjual produk atau jasa yang mana merupakan hal yang tangible, fokus hanya pada strategi pemasaran, dan hal-hal yang profitable. Sedangkan referensi penelitian yang membahas media exposure akun instagram yang berfokus pada gerakan non-profit & social action, bersifat intangible belum banyak ditemukan, terutama yang membahas isu lingkungan. Untuk itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terkait media exposure akun instagram organisasi non-profit @sadarisedari terhadap perilaku followers-nya dalam menjalankan perilaku sustainable fashion. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh dari media exposure Instagram @sadarisedari terhadap perilaku followers-nya dalam menerapkan sustainable fashion dan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan dalam perilaku sustainable fashion antara followers dan bukan followers akun instagram @sadarisedari. Berdasarkan paparan tersebut timbul pertanyaan bagaimana media exposure instagram @sadarisedari terhadap perilaku followers-nya dalam menjalankan sustainable fashion dan bagaimana perilaku followers dan non followers dalam menjalankan sustainable fashion?
Media Exposure
Menurut Ardianto (2014:168), exposure diartikan sebagai kegiatan mendengar, melihat, dan membaca pesan-pesan media ataupun mempunyai pengalaman dan perhatian terhadap pesan yang dapat terjadi pada individu atau kelompok. Media exposure dapat didefinisikan sebagai penggunaan media, baik jenis media, frekuensi penggunaan maupun durasi penggunaan media (Erdiyana, 2005). Media disini dapat berupa media audio, audiovisual, media cetak, maupun media online. Effendy (2003:255) mengatakan bahwa proses komunikasi media massa dalam media exposure akan menimbulkan efek tertentu, tiga efek utama yang dapat ditimbulkan antara lain efek kognitif, efek afektif, dan efek behavioral. Exposure terhadap informasi yang dilakukan di sebuah media mampu mendorong kesadaran simbolik, kemudian kesadaran ini menimbulkan kesadaran konsumtif, dan kesadaran konsumtif menggiring audiens kepada kesadaran aktual (perilaku) (Widyatama, 2009). Oleh karena itu, media exposure menjadi hal yang krusial untuk memahami efek media terhadap audiensnya. Slater (2004:168) mendefinisikan media exposure sebagai sejauh mana audiens dapat menerima pesan spesifik dari konten media. Media exposure dapat diukur menggunakan beberapa indikator, seperti Recognition (frekuensi pemakaian media), Attention (pengetahuan audiens terhadap isi dari konten media), dan Engagement (sejauh mana audiens dan media terhubung).
Sustainable Fashion
Green Strategy (2007) menjelaskan mengenai sustainable fashion yang dapat didefinisikan sebagai pakaian, sepatu, aksesoris yang diproduksi, pasarkan, dan digunakan tidak hanya dalam perilaku yang berkelanjutan untuk lingkungan dan sosio-ekonomi, tetapi juga lebih berkelanjutan pada pola konsumsi dan pemakaiannya yang mana membutuhkan perubahan perilaku individu. Untuk mendukung hal tersebut, mengutip dari Green Strategy (2019) menurut Anna Brismar terdapat tujuh indikator yang dapat dilakukan untuk menjalankan perilaku sustainable fashion. Ketujuh indikator tersebut mencakup aspek seperti: 1) On-Demands & Custom-made, yaitu pakaian yang dibuat/diproduksi berdasarkan permintaan konsumen dan/atau dibuat secara khusus untuk konsumen tertentu. 2) Green & Clean, yaitu pakaian yang seluruh tahap produksinya dilakukan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan. 3) High Quality & Timeless Design, yaitu pakaian yang memiliki bahan dan tahap produksi yang berkualitas tinggi serta memiliki desain yang tidak lekang oleh waktu. 4) Fair & Ethical, yaitu pakaian yang dalam seluruh tahap produksinya tidak mengeksploitasi pekerja/buruh, tidak merugikan produsen tradisional dan pengrajin tangan, serta memperhatikan isu Animal Rights. 5) Repair, Redesign, & Upcycle, yaitu pakaian yang diperoleh melalui proses perbaikan, pendesainan ulang, serta pengubahan nilai guna. 6) Rent, Lease, & Swap, yaitu melakukan kegiatan menyewa, menyewakan, dan menukar pakaian. 7) Secondhand & Vintage, yaitu memperoleh pakaian bekas dan bergaya antik.
Research Methodology
Penelitian ini menggunakan paradigma positivis dan pendekatan kuantitatif.
Metode Penelitian
Pengumpulan Data : Pengumpulan data primer menggunakan survei (kuesioner) melalui direct message instagram.
Sampling : Populasi (Populasi yang digunakan adalah followers atau pengikut dari akun Instagram @sadarisedari yang pada tanggal 15 Oktober 2019 berjumlah 14.200 akun dan akun Instagram yang tidak mem-follow akun Instagram @sadarisedari.), Sampel (Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik random sampling karena teknik ini dianggap paling sesuai dengan penelitian. Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin.)
Rumus :
Keterangan:
n = Ukuran sampel
N = Ukuran populasi
E = Persentase kelonggaran ketelitian kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat diabaikan; e = 0,1.
Berdasarkan perhitungan tersebut, sampel yang kami jadikan sebagai responden dalam penelitian ini berjumlah 100 orang dari total 14.200 pengikut akun Instagram @sadarisedari dan > 30 orang yang tidak mengikuti akun Instagram @sadarisedari.
Teknik Analisis
Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan korelasi. Teknik analisis data penelitian ini diolah menggunakan aplikasi SPSS. Data yang diperoleh dari kuesioner berupa data univariat (deskriptif) yang dicari mean dan frekuensi. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala Likert. Terakhir, korelasi antara kedua variabel dihitung dengan menggunakan metode regresi linear sederhana, sedangkan untuk melihat perbedaan perilaku sustainable fashion antara followers dan non followers menggunakan uji T-Test Independen.
Conclusion
Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara media exposure dari konten-konten akun instagram akun @sadarisedari terhadap perilaku followers nya dalam menjalankan beberapa konsep sustainable fashion. Namun, media exposure akun instagram @sadarisedari hanya mempengaruhi followers-nya dalam berperilaku sustainable fashion yang mencakup Green & Clean, Rent, Lease & Swap, dan Secondhand & vintage. Hal ini sejalan dengan konten-konten yang dihasilkan oleh akun @sadarisedari yang memang berfokus pada mengenalkan perilaku seperti menjual-beli baju bekas, memilih pakaian yang berbahan ramah lingkungan, dan mengutamakan untuk menyewa baju daripada membeli pakaian yang baru. Adapun perbedaan perilaku sustainable fashion antara followers dengan bukan followers akun @sadarisedari, berdasarkan hasil uji t test independen, tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Followers dan non-followers memiliki perilaku yang hampir sama dalam menjalankan perilaku sustainable fashion sehingga dapat dikatakan bahwa informasi mengenai perilaku sustainable fashion tidak hanya didapatkan dari akun instagram @sadarisedari. Terdapat sumber lainnya dalam memperoleh informasi perilaku sustainable fashion.
References
Journal article
Alfisyah, R., Satria, R. A.,& Suharyono. (2017). Pengaruh Terpaan Media Sosial Instagram dan Perceived Value Terhadap Keputusan Pembelian (Survei Pada Followers Aktif Akun Instagram Vans Indonesia yang Menggunakan Sepatu Merek Vans). Jurnal Administrasi Bisnis, 5 (2), 210–216.
Ayuningtyas, A. S., Dh, Achmad F.,&Nuralam, I. P. (2019). Pengaruh Terpaan Media Sosial Instagram Terhadap Keputusan Berkunjung dengan Citra Destinasi Sebagai Variabel Mediasi (Survei pada Pengunjung Kampung Tridi (Tiga Dimensi) Malang. Jurnal Administrasi Bisnis, 68 (1), 45–56.
Slater, M. D. (2004). Operationalizing and Analyzing Exposure: The Foundation of Media Effects Research. Journal of Communication, 81 (1), 168-183.
Munawwaroh, P. R. (2018). Pengaruh Terpaan Media pada Akun Instagram @ExploreSiak Terhadap Minat Kunjungan Wisata ke Siak Sri Indrapura. Jurnal Ilmu Komunikasi, 10 (1), 1–13.
Books
Ardianto, Elvinaro, Erdinaya,& Komala L. (2005). Komunikasi Massa: Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Ardianto, Elvinaro, Komala L.,& Karlinah S. (2014). Komunikasi Massa: Suatu Pengantar. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Еffеndy, O. U. (2003). Ilmu, Tеori dan Filsafat Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Widyatama, Rеndra. (2009). Buku Pеngantar Pеriklanan, 6th Ed.. Yogyakarta: Pustaka Book Publishеr.
Internet
Andi.link. (2019, January 9). Hootsuite (We are Social): Indonesian Digital Report 2019. Retrieved from https://andi.link/hootsuite-we-are-social-indonesian-digital-report-2019/
Green Strategy. (2012). What Is Sustainable Fashion. Retrieved from http://www.greenstrategy.se/sustainable-fashion/what-is-sustainable-fashion/#targetText=Green%20Strategy%2C%20June%202014),in%20individual%20attitudes%20and%20behaviour
Green Strategy. (2019). Seven Forms Of Sustainable Fashion. Retrieved from http://www.greenstrategy.se/sustainable-fashion/seven-forms-of-sustainable-fashion/
On Women Indonesia . (2019, March 28). Kabar “Jelek” dari Tren Fast Fashion. Retrieved from https://medium.com/@onwomen.id/kabar-jelek-dari-tren-fast-fashion-bf339c5ab9c0
Comments